Ingatkah kamu dengan bulan ini ? bulan yang pernah menjadi cerita kita. Bulan yang menyimpan cinta kita. Ingatkah kamu dengan februari ? februari yang pernah menjadi milik kita. Februari yang menjadi saksi cinta kita. Bulan ini menyimpan cerita sepuluh februari kita. Sepuluh februari yang menjadi awal pertemuan kita selama sebulan lebih kita saling bercakap-cakap lewat pesan. Sepuluh februari dimana percakapan pesan kita berubah menjadi suara yang kita dengar. Sepuluh februari dimana aku bisa melihat bola mata mu yang penuh cinta. sepuluh februari tanggal dimana kamu menyambut kehadiranku dengan senyum manis diraut wajahmu. Tepat di tengah kota ini kita bertemu, memulai cerita sepuluh februari. Sungguh kala itu kebahagiaan yang tak terkira untukku, setelah selama ini aku tersenyum untuk menutupi luka hatiku. Dan saat kita benar-benar saling menatap, perlahan-lahan lukaku sembuh. Perih didadaku berangsur-angsur sembuh.
Ingatkah kamu dengan sepuluh februari ? aku merindukan hal itu.
Setahun sudah semua hal itu telah membeku. Cerita sepuluh februari kita telah berubah menjadi kenangan. Sosokmu telah menjadi masalaluku. Senyum manis mu kini hanyalah ingatan ku sebelum tidur. Setahun sudah semua telah berlalu, namun waktu tak mampu menjalankan tugasnya. Waktu hanya berputar tanpa membawa rasa cinta ku untukmu pergi. Padahal waktu telah memisahkan raga kita. Sampai akhirnya kita sama-sama memilih orang lain untuk menghapus semua tentang kita.
Andai kamu tahu, meski saat itu aku memilih orang lain namun sampai detik ini aku tak benar-benar melupakanmu. Ingatanku belum bersih masih penuh dengan namamu, bayanganmu, senyum manismu, dan sepuluh februari kita. Kini hatiku kosong, hanya ada harapan ku untukmu. Akankah sepuluh februari kita terulang kembali ? akankah hati kita yang sempat terpisah kembali menyatu ? atau sekedar menyatukan ingatan kita untuk bernostalgia bersama. Sepuluh februari masih terasa manis di ingatanku. Masih terlihat indah dihatiku meski sepuluh februari telah menjadi kenangan.
Sepuluh februari tahun ini telah berlalu. Aku menunggu sepuluh februari tahun-tahun yang akan datang. Akankah kita masih seperti ini, masih menjauh atau kembali mengulang sepuluh februari ? atau bahkan kita akan benar-benar berpisah saat aku tahu tentang statusmu disosial media yang akan meninggalkan kota ini ? andai kamu benar-benar meninggalkan kota ini, semoga waktu menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin untuk melenyapkan cinta dan harapanku untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar