Sabtu, 26 April 2014

berhentilah

Inikah titik puncak kelelahanmu. Inikah batas kesabaranmu selama ini. Tak ada yang tidak berhenti untuk hanya sekedar istirahat. Robot yang dipergerakan pun ada waktunya untuk berhenti. Pedagang yang berjalan menelusuri kampung per kampung pun berhenti sejenak. Apalagi perasaan ? perasaan bukanlah waktu yang terus berjalan tanpa henti. Bahkan hatimu ? hatimu juga bukan tempat untuk orang-orang yang hanya datang dan pergi sesuka mereka. Hatimu juga butuh istirahat. Perasaanmu juga perlu berhenti dari hal yang menyakiti. 

Perasaanmu memang tak bisa dijamah oleh tanganmu sendiri, tapi saat perasaanmu disakiti bukankah hanya butuh istirahat untuk menyembuhkannya. Apalagi hatimu yang entah bersembunyi dimana. Hatimu memang perlu dijaga, tapi lebih baik hatimu dijaga oleh dirimu sendiri daripada kamu percayakan untuk menjaga orang-orang yang nyatanya hanya datang dan pergi sesuka mereka. 

Tak ada yang harus kamu takutkan dengan kesendirian. Dunia ini penuh dengan tawa dan canda teman-temanmu, yang akan mengisi kesendirianmu. Kesendirian tak berarti kamu diam. Kesendirianmu berarti kamu memiliki kebebasan untuk mencari ataupun memilih menunggu sampai ada seseorang yang benar-benar tepat dan sanggup menjaga hatimu serta perasaanmu. 

Tak ada yang salah jika kamu beristirahat mencintai seseorang. Berhentilah menerima orang-orang yang datang dan pergi sesuka hati mereka. Berhentilah mencintai orang-orang yang ujung-ujungnya menyakiti perasaanmu. Berhentilah berjalan bersama orang-orang yang akan memilih jalan lain dan meninggalkanmu dipersimpangan. Istirahatlah untuk hatimu pulih. Menghilangkan lelahmu yang terus disakiti dan mengembalikan kesabaranmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar