Sabtu, 26 April 2014

Melepasmu, Kekasihku...

Sore itu tanpa sengaja aku melihat peristiwa yang indah namun miris dalam hatiku. Melihat seseorang yang masih resmi menjadi kekasihku tertawa lepas bersama wanita lain disampingnya. Tawa yang akhir-akhir ini tak pernah lagi ku rasakan selepas itu. Tersirat kebahagiaan di wajah kekasihku dan wanita itu. Kebahagiaan yang tak lagi bisa ku berikan. Bahkan senja sore itu berbeda. Senja sore itu bersinar indah dengan mega-meganya. Senja yang turut masuk dalam kebahagiaan kekasihku dan wanita itu. 

Semakin aku menatap mereka, semakin berdarah-darah hatiku ini. Semakin terlihat rapuh aku pada dunia. Dunia ini pun ikut bersorak-sorak bahagia melihat kekasihku dan wanita itu. Langitpun tak mau ketinggalan, ia pun terlihat mencerah dengan senja yang indah. Semua larut dalam kebahagiaan yang diciptakan kekasihku dan wanita itu.

Kini aku bukan siapa-siapa lagi untuk kekasihku. Meski tak ada kata putus terucap. Tak ada ucapan selamat tinggal untuk kepergianku. Dan tak ada senyum perpisahan untuk mengakhiri hubungan yang terjalin enam bulan lebih ini. Saat ini langkahku semakin ringan untuk meninggalkan kekasihku karena telah menemukan kebahagiaannya. “Aku pergi kekasihku, untuk kamu bahagia dengan wanita itu. Karena aku tau hatimu tak lagi untukku. Aku tak bisa seperti wanita itu, yang setiap saat selalu disampingmu”.

Tak ada yang salah melepaskan seseorang yang kita sayangi bahagia dengan pilihannya. Meski bukan kamu pilihannya, bukankah melihat orang yang kita sayangi bahagia sudah lebih dari cukup untuk kita turut dalam kebahagiaan. Meski kebahagiaan yang kita rasakan itu bukan kita peran utamanya. Setidaknya orang yang kita sayangi telah menemukan kebahagiaannya. Hingga kita pergi dengan langkah yang ringan meski hati masih berat. Namun ikhlas melepaskan menjadi pilihannya. Semoga dalam langkah kepergianku ini aku menemukan kebahagiaan seperti kekasihku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar