Selasa, 04 Februari 2014

:)

Pada awalnya memang waktu yang membuat kita dekat, lalu waktu membuat kita saling suka. Dan akhirnya waktu yang mempertemukan kita. Waktu yang membuat aku dan kamu saling mencintai, saling menyayangi, saling merindukan, saling setia namun apakah juga waktu yang membuat kita jenuh, membuat kita bosan, membuat kita seakan-akan beda !

Sejak pertama kali aku jatuhcinta, aku memang benci dengan kata mendua ! kata selingkuh ! aku membenci dua kata itu; sangat membencinya. Tapi mengapa ? kenapa kamu lakukan itu ? kenapa kamu duakan perhatianmu ! mengapa kamu selingkuhkan ucapan indahmu untuk perempuan lain ! apa kurangku ? apa kesalahanku ?

Aku memang perempuan biasa, aku takkan mengerti semua tentang kehidupanmu diluar sana. Tapi tetap saja perempuan mana yang tak tersakiti bila kekasihnya mengucapakan selamatmalam mimpi untuk perempuan lain, dan ucapan itu seperti sangat spesial saat semua orang membaca ucapan itu bukan untukku melainkan perempuan lain yang terpampang nyata di status bbmmu. 

Tapi aku diam. Aku ikhlas. Mungkin ini balasan atas semua kecewa yang pernah ku lukis di hatimu. Mungkin ini yang dinamankan waktu tak bisa berhenti ataupun waktu tak bisa diulang. Berputarnya waktu aku juga akan merasakan sakitnya kamu dulu, kecewanya kamu dulu. Tapi jika boleh aku jujur ini sudah sangat amat menyakitkan bagiku, sangat mengecewakanku. 

Aku memang bukan perempuan yang pantas menjadi sebuah pilihan. Tapi aku juga tak ingin menjadi perempuan yang diduakan, diselingkuhkan dengan perempuan lain. entah itu perhatian, entah itu status; aku tak ingin ! tapi aku sayang sama kamu; sayang banget. Apa Tuhan sedang menghukumku karena aku yang pernah membuat lubang luka dihatimu atau memang seharusnya aku merasakan yang keduakalinya diduakan.

Kamu sepertinya sedang membuka luka lamaku, luka yang telah aku tutup dengan kehadiranmu; luka yang telah aku lupakan karena cintamu; luka yang aku sembunyikan karena bahagia bersamamu. Namun kini luka itu seperti kembali di kehidupanku. Akan ku tutup agar luka itu tak menerobos hingga ke dalam, akan ku obati segara luka kecil yang kamu berikan dengan keihklasanku menyayangimu. 

Akan ku sembunyikan luka kecil yang sengaja kamu sayat. Akan ku sembuhkan luka kecil yang kamu toreh lewat ikhlasku menyayangimu. 

05 Februari 2013,
27July2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar